maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138

Bupati Dipenjara KPK, Gaji dan Insentif ASN Meranti juga dihentikan

Bupati Ditahan KPK, Gaji dan Insentif ASN Meranti Ikut Mandek
0 0
Read Time:1 Minute, 22 Second

Meranti, Batamnews – Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, menjadi sorotan publik nasional setelah KPK menangkap Bupati Muhammad Adil.

Adil tidak sendirian karena korupsi merajalela. Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama antek-anteknya, yakni Kepala BPKAD Meranti, Fitria Nengsih, dan auditor BPK Riau M Fahmi Aressa.

Adil menjual tiga kasus korupsi sekaligus. Di antaranya dugaan korupsi pemotongan anggaran 2022-2023, gratifikasi jasa perjalanan umrah, dan suap pemeriksa keuangan 2022.

Adil juga mendapatkan potongan Uang Persediaan (UP) dan Perubahan Uang Persediaan (GUP) mulai tahun 2021. Dugaan korupsi didominasi suap dan fee proyek dari kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Meranti.

Akibat korupsinya, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Meranti terkena imbasnya. Ada gaji yang tidak diberikan dalam bentuk insentif yang belum dibayarkan.

Pengakuan itu disampaikan salah satu petugas kesehatan di Meranti yang enggan disebutkan namanya. Katanya, sejak dua bulan lalu.

“Saya tidak ingat. Jelas, sudah lama. Selama masa Pak Irwan, setiap tanggal 20 ke atas, Anda juga dibayar untuk bulan itu,” ujarnya, Minggu (9/4/2023).

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, ia terpaksa mengambil pinjaman. Bahkan, beberapa tenaga honorer lainnya juga melakukan hal yang sama.

“Dari situlah kami (horor) mendapatkan pemasukan. Lalu bagaimana jika gaji kami tidak bisa dikeluarkan sementara ada kebutuhan yang harus dipenuhi. Saya minta pemerintah bijak dalam urusan hak-hak kami,” katanya.

Sementara itu, salah satu PNS mengadu ke Pemkab Meranti soal insentif yang tidak diberikan.

“Dua bulan dari akhir tahun 2022. Tahun 2023 tidak ada insentif,” ujarnya.

Masalah ini disebut akibat pengurangan GU dan GUP yang diterima Bupati Adil sejak 2021.

Dari kasus tersebut, ada puluhan pejabat yang masih dalam pemeriksaan KPK. Rinciannya sebanyak 25 orang, terdiri dari Kepala Dinas, Kepala Bagian, bahkan ajudan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %