maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138

Masalah Ekonomi, Banyak Pria di Jambi Digugat Cerai oleh Istrinya

Persoalan Ekonomi, Banyak Pria di Jambi Digugat Cerai Istrinya
0 0
Read Time:1 Minute, 29 Second

Jambi, Batamnews – Kota Jambi menghadapi konsekuensi serius sebagai akibatnya Krisis ekonomi yang melanda wilayah tersebut, dengan jumlah yang terus meningkat kasus perceraian dalam beberapa tahun terakhir.

Pengadilan Agama Kota Jambi mencatat sepanjang tahun 2022, total kasus yang ditangani sebanyak 1.486 kasus, dimana 1.249 kasus diantaranya ditangani. kasus perceraian. Artinya, pihak istri mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama.

Baca juga: Pekanbaru dilanda gelombang panas, suhu mencapai rekor tertinggi 35 derajat Celcius

Humas Pengadilan Agama Kota Jambi, Idris, kepada media di 949 kasus perceraian diajukan, 877 perkara diterima oleh pengadilan, 65 perkara ditarik kembali oleh penggugat, dan sisanya ditolak atau diberhentikan.

Faktor utama yang memicu rollover kasus perceraian di Kota Jambi adalah ketidaksesuaian rumah tangga yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang buruk. Dalam 60 persen kasus, masalah ekonomi menjadi alasan gugatan tersebut.

Baca Juga: Ribuan Warga Karimun Ramai Pesisir Saksikan Pembukaan STQH Kepri

“Masyarakat Jambi terpaksa menghadapi pilihan sulit ketika menghadapi tantangan ekonomi yang berkepanjangan. Hal ini berdampak pada stabilitas dan peningkatan rumah tangga kasus perceraiankata Idris.

Selain masalah ekonomi, perselingkuhan dan penyalahgunaan narkoba juga menjadi faktor latar belakang pengajuan gugatan cerai.

Muhammad Sayuti, Kepala Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kota Jambi, juga menyebutkan dampak ekonomi yang menimpa Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi salah satu penyebab kasus pernikahan berisiko.

Baca Juga: Pasokan Air Batam Putus Seminggu, Ini Daftar Daerah Terdampak

Dari total 190 PNS yang meminta musyawarah pernikahan di Badan Pertimbangan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kementerian Agama Kota Jambi sepanjang tahun 2022, sekitar 60 persen di antaranya terkait masalah ekonomi. Interaksi dan penyalahgunaan obat juga merupakan masalah yang muncul.

Sayuti menjelaskan, perempuan lebih banyak mencari bantuan ke BP4, dengan keluhan pasangannya kehilangan penghasilan, yang kemudian berdampak pada stabilitas keluarga.

Dampak krisis ekonomi menyebabkan tantangan berat bagi keluarga di Jambi semakin meningkat kasus perceraian sebagai indikator penting.

(SARANG)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %