maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138

Misteri Keterlibatan Bupati Anambas dalam Kecelakaan Tragis di Batam

Misteri Keterlibatan Bupati Anambas Saat Kecelakaan Tragis di Batam
0 0
Read Time:4 Minute, 42 Second

Batam, Batamnews – Bupati Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau Abdul Haris seakan menghilang dari muka bumi. Sebelumnya, nama Abdul Haris santer disebut-sebut terlibat kecelakaan yang menyebabkan hampir meninggalnya Fajjaron Afta Maulana (20) dan kekasihnya Fitri Ramadani (18) pada 9 Mei 2023, di Jalan Ahmad Yani, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. . .

Bupati Anambas diduga sebagai pria di kendaraan dinas BP 1 S. Beberapa keterangan saksi mengarah pada Abdul Haris. Kendaraan itu kemudian dikemudikan oleh Marlon Sinaga.

Menurut keluarga korban, Bupati Anambas tidak perlu menghilang jika ada saat kejadian. Dia hanya perlu bertanggung jawab secara moral.

Apalagi, pelakunya diduga adalah pengemudi itu sendiri. Sayangnya, Abdul Haris belum bisa memastikan soal tudingan tersebut. Pertanyaan-pertanyaan itu diabaikan. Panggilan telepon tidak dijawab.

Selain Bupati Anambas, saat kejadian juga hadir Ketua DPRD Anambas Hasnidar dan Sekda Anambas Sahtiar. Sahtiar membantah berada di dalam mobil. Sementara Hasnidar belum bisa dikonfirmasi.

Muhammad Afif (43), ayah korban, malam itu merasa tidak enak. Ia terpaksa jalan kaki ke Bengkong yang seharusnya menunggu anaknya dijemput setelah tidak ada kabar dari anaknya.

***

Malam itu, seperti malam-malam sebelumnya, Afif selalu menjemput anaknya, Fajjaron, sepulang kerja di Kafe Baresto, Mega Mall, Batam, sekitar pukul 22.00 WIB. Sesampainya di Mega Mall–sebelum pulang–Fajjaron meminjam sepeda motor untuk menemani pacarnya ke Mega Legenda.

Afif harus menunggu. Setelah menunggu lama, Fajjaron tidak juga muncul. Afif memutuskan untuk berjalan pulang. Belakangan diketahui ia terlibat kecelakaan serius dengan Fitri. Warga membawanya ke rumah sakit.

Afif, ayah korban, duduk di sebelah anaknya (Foto: Batamnews)

“Setelah menunggu lama, saya tidak membawa ponsel saya, karena tidak jauh dari rumah, jadi saya tidak bisa menghubunginya dan saya tidak mendapat kabar tentang kejadian itu, saya baru tahu. . dari istri saya setelah saya berjalan pulang karena saya sudah lama menunggu,” kata Afif.

Insiden ini telah diperbaiki. Pada 19 Mei 2023, Batamnews.co.id merilis kabar tersebut setelah pihak keluarga kecewa karena tidak ada pertanggungjawaban dari pelaku. Berita itu menyebar ke mana-mana.

Beberapa hari lalu, setelah kabar tersiar, Afif mendapat kabar bahwa Kepala Bagian Umum Sekretariat Anambas akan bertemu dengannya. Mereka ingin bertemu dan berbicara sebagai keluarga.

Dalam Batamnews.co.id, Afif mengatakan kecurigaannya bahwa pejabat Kabupaten Anambas ada hubungannya dengan kecelakaan itu semakin jelas. Afif merasa sedikit lega. Meski nasib anaknya yang kehilangan usus dan limpanya belum jelas.

Hal yang sama terjadi pada Fitri Ramadani yang mengalami gegar otak. “Jika [Kabagumum serta pejabat yang terlibat] Mau ikut bawa usus anak saya juga. Aku ingin mengubah perutku!”

Dugaan keterlibatan Bupati Anambas

Belum diketahui keberadaan Bupati Anambas Abdul Harris dan pejabat lainnya di dalam mobil Fortuner BP 1 S. Polisi enggan mengungkap saksi di dalam mobil BP 1 S. Belum ada keterangan resmi terkait pejabat tersebut.

Hingga kini, Kapolres Barelang Kombes Nugroho belum membeberkan kronologi kejadian tersebut. Diketahui, mobil dengan BP 1 S tersebut merupakan kendaraan dinas Pemkab Anambas.

Saat ini, meski belum sembuh, Fajjaron dan Fitri harus dibawa ke rumahnya di Tanjungbuntung, Bengkong, pada 19 Mei 2023. Jenazahnya masih terbaring di rumah sederhana itu.

Di Batamnews.co.id, Aron menceritakan kejadian malam yang mengerikan itu. “Saya jalan pelan-pelan, tapi mobil dari arah berlawanan lumayan kencang, setelah itu hitam semua,” kata Aron.

Aron sedang berbaring, begitu pula pacarnya Fitri. Ia baru sadar saat berada di RS Budi Kemuliaan. Kemudian operasi dilakukan dan usus serta limpanya diangkat.

Kepala Satuan Kecelakaan Lalu Lintas Polres Barelang, Ipda Viktor Hutahean mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan dan ditangani Satuan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Barelang.

“Ya, kejadian itu benar. MS (Marlon Sinaga) juga sudah kami periksa,” katanya kepada Batamnews melalui panggilan seluler.

Mengenai identitas penumpang di dalam kendaraan tersebut, dan apakah Bupati Anambas Abdul Harris memang ikut berpergian bersamanya, Viktor mengaku belum mengetahui secara pasti. “Kami tidak tahu dan tidak berani berspekulasi. Nanti kita bilang salah orang saja,” ujarnya.

Batamnews mencoba mewawancarai Bupati Anambas Abdul Haris sejak 20 Mei 2023. Termasuk menghubungi Kepala Dinas Kominfo, Hani.

Tak satu pun dari mereka menanggapi panggilan telepon dan permintaan wawancara yang dikirim melalui pesan teks.

Orangtua Korban kecewa

Ayah korban, Afif, mengaku kecewa dengan petugas yang diduga terlibat kecelakaan meski dirinya sebagai saksi. Apalagi keberadaan mereka bisa dikatakan telah menghilang. Sementara nasib anaknya masih menderita.

“Aku ingin tahu apa motif mereka [menghilang dan baru muncul setelah pemberitaan viral] Apa itu? Apakah mereka takut untuk membiayai? Kami tidak meminta apapun, kami memiliki kebanggaan. Mereka juga harus memiliki harga diri. Saya bertanya di mana harga diri Anda. Kenapa lama sekali muncul?” kata Afif.

Menurut Afif, meski penumpang mabuk pada malam kejadian, seharusnya mereka sudah muncul keesokan harinya.

“Selama orang mabuk, besok kan bangun lagi. Siapa tahu, mungkin malam itu mereka pergi bahagia atau semacamnya. Tapi dalam keadaan waras, ada seorang anak cacat, yang hampir mati setelah mereka memukulnya.”

Nasihat Afif kepada para pejabat yang terlibat, “Kalian adalah orang-orang yang mulia, kalian adalah panutan yang memimpin ribuan orang. Sementara Anda bertindak seperti Anda tidak memiliki rasa kemanusiaan. Itu yang kami alami, itu yang kami rasakan,” ujar Muhammad Afif.

Afif masih ingat sebelum mengetahui anaknya mengalami kecelakaan, dia terpaksa jalan kaki pulang ke rumahnya di Tanjungbuntung karena anaknya belum mendapat kabar. Sementara, ia sendiri tidak membawa alat komunikasi maupun ponsel.

Orang tua korban, Afif, mengaku mengetahui kecelakaan itu dari istrinya setelah pulang ke rumah. “Istri saya menangis dan melaporkannya,” kata Afif kepada Batamnews.

Afif dilarikan ke RS Budi Kemuliaan. Di sana dia tidak melihat para pelaku. “Kata keponakan saya, mereka (pelaku) sudah kembali, mereka harus keluar kota,” kata Afif.

Dalam penyampaiannya, disebutkan hanya Marlon Sinaga, sopir, dan Fajri Fahmi yang juga teridentifikasi sebagai protokoler Bupati Anambas. Sedangkan dua pejabat penting tidak muncul di dalam mobil.

Pengemudi itu mencoba mengelabui agar keluar dari kendaraan yang disita Polres Barelang. Namun Afif menolak untuk berdamai.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %